Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Tips agar waktu tidur anak teratur

Posted by Unknown Sunday, March 9, 2014 0 comments
Waktu tidur anak kebanyakan belum bisa teratur, terkadang sehari bisa tidur 12 jam atau bahkan sehari cuma tidur 8jam semua itu tergantung orang tuanya, bagaimana mengontrol waktu tidur sang buah hati. Rutinitas waktu tidur amat penting untuk anak-anak. Tak hanya supaya ia bisa datang ke sekolah tepat waktu di pagi hari, tetapi ritual tidur di waktu yang tepat bisa membantunya memiliki tubuh yang sehat. Membangun dan menjaga kebiasaan tidur yang baik bisa membantu anak Anda tertidur, tidur berkualitas, dan bangun di pagi hari dengan tubuh bugar. Hal ini juga bisa membantu mencegah masalah tidur di masa depan. Tidur berkualitas serta rutinitas waktu tidur tak hanya bisa mengurangi tekanan sebelum tidur, tetapi juga membangun waktu spesial antara orangtua dan anak. 



Setiap diri memiliki variasi yang berbeda mengenai waktu dan cara sebelum tertidur. Anak Anda adalah manusia unik. Jika rutinitas yang Anda bangun untuk si anak tidak berhasil, mungkin bukan itu yang tepat untuk si anak. Berikut beberapa tips untuk membangun waktu tidur anak yang efektif:

1. Jadi prioritas
Tetapkan seberapa lama waktu tidur yang dibutuhkan setiap anggota keluarga dan pastikan mereka mendapatkannya. Diskusikan masalah tidur anak Anda dengan dokternya. Kebanyakan masalah tidur anak-anak masih bisa diatasi.

2. Pelajari masalah tidur anak
Tanda-tanda masalah tidur pada anak, termasuk kesulitan untuk terjatuh tidur, sering terbangun di malam hari, mendengkur, menahan diri atau menolak pergi tidur, sulit bernapas saat tidur, dan bernapas dengan keras saat tidur. Masalah saat tidur bisa jadi bukti adanya masalah di siang hari. Jika si anak terlihat sangat kelelahan, sering mengantuk, atau rewel di siang hari tanpa alasan jelas, konsultasikan dengan dokter Anda.

3. Konsisten

Dalam mengajarkan sesuatu kepada si anak, konsisten adalah hal yang penting, dan merupakan kunci kesuksesan. Tanpa konsistensi, anak akan sulit belajar atau mengubah sikapnya yang tidak baik.

4. Kerjasama tim
Amat penting untuk mendiskusikan strategi Anda sebelumnya dengan pasangan mengenai program yang ingin Anda jalankan dengan pasangan. Jelaskan ekspektasi Anda terhadap anak jika ia sudah cukup besar dan bisa mengerti.

5. Ciptakan waktu tidur dan bangun yang berulang
Hal ini akan menciptakan ekspektasi antara Anda dan anak, serta alur untuk membangun rutinitas waktu tidur dari sana.

6. Rutin, rutin, rutin
Anak-anak menyukai rutinitas, mereka akan berusaha menepatinya, dan ini bisa berhasil. Rutinitas memberi bentuk ekspektasi dan membantu melatih sikap. Rutinitas waktu tidur membantu anak untuk belajar mulai mengantuk, seperti membaca sebelum tidur bisa membuat orang dewasa mengantuk. Struktur rutinitas tidur juga membuat si anak mengasosiasikan ruang tidur dengan perasaan yang nyaman dan aman.

7. Pakaian dan temperatur ruang
Tak ada hal yang terlalu pasti mengenai hal ini. Anda bisa memakaikan pakaian tidur untuk anak seperti cara Anda berpakaian sebelum tidur. Penting diingat, anak-anak seringkali menendang selimut di malam hari dan sulit menutup tubuhnya saat tidur. Kebanyakan orang tidur lebih nyenyak dalam keadaan dingin ketimbang suasana hangat.

8. Obyek transisi

Waktu tidur berarti pemisahan, dan hal ini bisa jadi lebih mudah dengan alat-alat pemisahan dari aktivitas harian, seperti boneka tidur, selimut, guling, atau barang-barang lainnya. Obyek-obyek semacam ini bisa memberikan rasa aman dan kendali yang memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi si anak.

9. Gelap dan sunyi
Pastikan ruang tidur cukup gelap dan cukup tenang. Jika si anak tak ingin ruangan yang sangat gelap, nyalakan lampu di lorong depan kamarnya, atau cari lampu tidur kecil.

10. Yang terakhir
Anak-anak suka satu hal terakhir, seperti cium selamat malam, peluk, air minum, atau mau ke toilet. Anak-anak bisa jadi sangat kreatif supaya bisa berlama-lama dengan Anda. Sebisa mungkin antisipasi hal-hal ini sebelum mengantar ia tidur. Pastikan si anak mengerti, bahwa begitu mereka tiba di tempat tidur, mereka harus tetap di tempat tidur hingga pagi, tidak boleh jalan-jalan atau main.

Sumber : kompas.com
Editor :
Nadia Felicia

Awas Bahaya Video Game Online bagi Anak-anak

Posted by Unknown Thursday, January 2, 2014 0 comments
Jaman semakin maju anakpun tak ketinggalan dengan teknologi maju ini. Dari mulai Gadget, komputer ,dan bahkan sampai game online anak-anak sudah pada kenal. Maugimana lagi dari usia satu tahun udah dipegangin Handphone yang ada permainannya. Dari situ sang anak mulai mengenal Game. Lama-lama akhirnya kenal juga Game Online.

Video game adalah jenis permainan yang sangat populer bagi banyak orang. Penggemar video game online ini kebanyakan anak-anak, namun juga banyak dari kalangan pemuda maupun orang dewasa. Disaat mereka larut dalam vidio game online mereka bisa menghabiskan  waktu berjam-jam untuk menatap layar televisi atau komputer untuk bermain.
Apa yang perlu Anda ketahui adalah bahwa kecanduan bermain video game online bisa berdampak negatif, terutama dalam perkembangan anak, psikologi, pola pikir, kesehatan dan sosial anak. Menurut methodsofhealing, orangtua perlu memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bahaya video game online bagi penggemarnya, terutama untuk anak-anak Anda.

Bahaya kesehatan fisik anak-anak
Jika seorang anak terbiasa bermain video game online, mereka akan melakukan aktivitas duduk yang berlebihan. Akibatnya, mereka jarang melakukan aktivitas fisik.
Belakangan ini, beberapa produsen video game online bahkan sudah mengubah sistem permainan ini menjadi lebih interaktif. Namun, perubahan ini masih belum bisa meningkatkan manfaat dari berlari, melompat, dan permainan fisik lainnya. Dengan demikian, banyak orang percaya video game online berkontribusi besar terhadap masalah obesitas.
Selain obesitas, bahaya video game online untuk kesehatan fisik juga dapat menyebabkan anak-anak mengalami kejang otot. video game online juga dapat memiliki dampak di dunia nyata mereka. Sebab, banyak anak teropsesi adegan dalam game online tersebut yang kemudian mereka mencoba untuk meniru idola mereka dalam video game online. Dengan adegan-adegan yang ada didalam game online ini anak atau penggemarnya biasanya terobsesi untuk  bisa melakukan dakam dunia nyata, misalkan, tindakan kekerasan, pelecehan seksual, penipuan, pencurian, dan kriminal terhadap teman-teman mereka.

Bahaya terhadap psikologis anak
Video game online memiliki dampak psikologis besar pada anak-anak. Itu sebabnya pilihan game juga membutuhkan perhatian Anda. Banyak video game  online mengandung kekerasan, porno grafi, porno aksi, dan tindak amoral lainnya. Jika anak-anak meniru adegan yang ditayangkan dalam video game online dalam kehidupan nyata, tentu saja hal ini sangat merugikan bagi pertumbuhan psikologis mereka. Banyak hasil pengamat maupun hasil penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang menghabiskan banyak waktu bermain video game online memiliki kepribadian yang lebih agresif dan cenderung berperilaku kurang baik dengan lingkungan sekitarnya, terobsesi bertindak asusila, berani melakukan tidak kekerasan, amoral, asusila. Mereka bisa agresif terhadap orangtua, teman, dan bahkan guru serta terhadap siapapun. Hal ini disebabkan karena kurang nya kedewasaan, kematangan berfikir, dan kesalehan sosial. Di samping itu, mereka cenderung anti sosial dan asyik dengan diri sendiri, sehingga berbagai aktivitas sosial yang sangat berguna bagi tumbuh kembang mereka menjadi terabaikan. hal inilah yang patut kita waspadai. Mengapa? karena jaman kita adalah jaman dunia maya dan semua yang penuh permainan yang memperdayakan.

Bagaimana menghadapi bahaya video game online
Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak-anak menghindari bahaya video game online, seperti:
  1. Batasi waktu anak untuk bermain video game online. Maksimal 2 jam sehari dan akhir pekan saja.
  2. Tanamkan keyakinan kepada anak bahwa Allah Subhanahu Wa ta'ala selalu mengawasi semua perbuatan kita, hati kita, dan pikiran kita.
  3. Awasi anak ketika mereka sedang bermain dan memastikan mereka tidak meniru hal-hal buruk yang mungkin ada dalam video game online.
  4. Pastikan Anda memilih jenis permainan yang mendidik dan sesuaikan dengan usia anak-anak.
  5. Jangan letakkan perangkat video game online di kamar tidur anak. Letakkan di ruang keluarga yang terbuka sehingga Anda selalu dapat mengawasi mereka.
  6. Beri anak pengertian bahwa kehidupan nyata tidak seperti apa yang mereka lihat di video game online.
  7. Berikan anak ini kesibukan yang mendidik, untuk mengurangi anak kecanduan pada game online, seperti sepak bola, bulu tangkis, kerohanian, dll.
  8. Berikan pengawasan ekstra ketat kepada anak yang terindikasi kecanduan game online.

Kita sebagai orang tua hendaknya selalu mengawasi tingkah-laku anak kita. Bagaimana dunia anak kita, Harus kita bimbing agar terhindar dari buruknya efek game online. Semoga semua anak cucu kita menjadi anak yang sholih sholihah. amiin.

Makna Bermain Dalam Islam

Posted by Unknown Saturday, October 5, 2013 0 comments
Dalam konsep Islam bermain sangat dianjurkan oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi was Salam. Bahkan setiap orangtua hendaknya selalu menyempatkan diri bermain bersama anak-anaknya. Selain sebagai wujud kasih sayang,juga untuk melatih anak berkreativitas dan melatih fisiknya supaya menjadi kuat serta lincah. Menurut Ratna,otot-otot anak akan bekerja maksimal,metabolisme tubuh meningkat,dan perkembangan otot lebih bagus.

Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi was Salam ,sering bercanda dan bermain-main bersama anak-anak.Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa beliau sering menggendong Hasan dan Husain di atas punggung beliau,kemudian bermain kuda-kudaan. Beliau sering memasukkan sedikit air ke mulut beliau,lalu menyemprotkannya ke wajah Hasan,hingga Hasan pun tertawa.

Dalam riwayat yang lain,Umar bin Khattab r.a. pernah berjalan dengan tangan dan kedua kakinya (merangkak),sementara anak-anaknya bermain-main di atas punggungnya. Umar berjalan membawa mereka seperti layaknya seekor kuda. Ketika orang-orang masuk dan melihat Khalifah mereka dalam keadaan seperti itu,mereka pun berkata, "Engkau mau melakukan hal seperti itu,wahai amirul mukminin?" Umar menjawab,"Tentu!"

Kedua riwayat di atas menggambarkan bahwa setiap orangtua hendaknya selalu menyempatkan diri untuk bermain bersama anak-anaknya. Selain itu,dapat pula dimaknai bahwa dalam mendidik putra-putrinya hendaknya diselingi dengan berbagai permainan sehingga anak merasa senang dan nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran. Sebab,memang masa anak ialah masanya bermain. Oleh karenanya,bermain merupakan kebutuhan seorang anak yang wajib dipenuhi. Bila tidak terpenuhi kebutuhan tersebut,maka ada yang kurang dalam kehidupannya,dan akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.

Menurut Maslow sebagaimana dikutip oleh Muhammad Anis,kebutuhan pokok manusia dapat diklasifikasikan ke dalam lima jenjang yang pemenuhannya harus berjenjang,mulai jenjang yang paling rendah ke jenjang yang paling tinggi. Berikut ini teori kebutuhan yang diperkenalkan Maslow.
a. Kebutuhan jasmani (biologis);
b. Kebutuhan rasa aman;
c. Kebutuhan rasa kasih sayang dan resonansi sosial;
d. Kebutuhan akan pengakuan harga diri;
e. Kebutuhan aktualisasi diri;

Dalam konteks ini,bermain termasuk kebutuhan jasmani atau biologis, Artinya,bermain adalah kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi. Dengan terpenuhinya kebutuhan ini,anak akan merasa senang,nyaman dan selalu dalam kebahagiaan. Selain itu,dengan bermain,jasmani anak akan menjadi sehat dan bugar sehingga akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya.

Setiap anak mempunyai kebutuhan untuk mengaktualisasikan hal yang ada pada dirinya. Dengan terpenuhinya kebutuhan ini,anak akan mendapatkan kebahagiaan tersendiri dalam kehidupannya. Terpenuhinya kebutuhan ini akan menuntun anak menjadi manusia kerja,bukan sekadar manusia yang pandai berbicara.

Maslow mengungkapkan bahwa kebutuhan-kebutuhan pokok tersebut berjenjang dari yang paling bawah kepada jenjang yang paling tinggi. Artinya,kebutuhan yang lebih tinggi akan timbul dan diusahakan pemenuhannya apabila kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah telah terpenuhi.

Maka dari itu,tidak heran kiranya bila Islam memandang bermain sebagai sesuatu yang amat penting bagi anak-anak. Bahkan,Rasulullah Shalallahu 'Alaihi was Salam, pun selalu menyempatkan diri bermain bersama anak-anak. Berikut beberapa hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi was Salam. suka bermain bersama anak-anak.

Dari Abdullah bin Harits r.a., dia berkata:"Rasulullah Shalallahu 'Alaihi was Salam. pernah menyuruh Abdullah,Ubaidillah dan Katsir yang merupakan putra-putra Abbas untuk berbaris,lalu beliau bersabda,'Barangsiapa yang lebih dulu sampai kepadaku,maka dia mendapatkan ini.' Mereka pun berlomba-lomba untuk segera sampai di tempat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi was Salam,lalu di antara mereka ada yang menempelkan diri di punggung beliau dan ada pula yang di dada beliau. Beliau pun lalu mencium dan memeluk mereka" (HR Imam Ahmad).

Dari Jabir r.a., dia berkata:"Aku pernah menemui Nabi Shalallahu 'Alaihi was Salam,lalu kami mendapat undangan jamuan makan,di tengah perjalanan,kami mendapati Husain sedang bermain di jalan bersama beberapa anak kecil. Maka,Nabi Shalallahu 'Alaihi was Salam. bersegera menuju ke depan rombongan,lalu membentangkan kedua tangan beliau untuk menangkap Husain, Husain pun berlari-lari ke sana kemari. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi was Salam,melakukan hal itu dengan maksud untuk mencandainya,hingga akhirnya beliau dapat menangkapnya. Lalu beliau meletakkan salah satu tangan beliau di dagu Husain dan tangan beliau yang lain ditengkuknya. Kemudian beliau memeluk dan menciumnya. Setelah itu, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi was Salam bersabda:"Husain adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dirinya! Semoga Allah mencintai orang yang mencintainya. Husain adalah salah seorang dari cucu-cucuku." (HR Imam Thabrani).

Pentingnya Bermain Dan Berekspresi Bagi Anak-anak

Posted by Unknown Saturday, September 21, 2013 0 comments
Salah satu sarana bagi anak-anak untuk belajar dan mengembangkan diri tidak lain adalah kegiatan bermain. Dengan kegiatan bermain,seorang anak akan mendapatkan kesempatan yang besar untuk mempelajari berbagai hal baru serta merupakan sarana untuk mengembangkan berbagai ketrampilan sosialnya. Selain itu,kegiatan bermain akan mengembangkan otot dan melatih gerakan motorik seorang anak di dalam penyaluran energi yang berlebih. Melalui uji coba di dalam kegiatan bermain,seorang anak akan menemukan bahwa merancang suatu hal baru dan berbeda dapat menimbulkan kepuasan,dan pada akhirnya seorang anak akan menjadi lebih kreatif dan inovatif.

Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh kesenangan,tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orangtua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuatnya menjadi malas bekerja dan bodoh. Sehingga ketika bermain,anak selalu diawasi dengan ketat,atau bahkan bila perlu dilarang bermain. Anak disuruh belajar terus agar prestasi belajarnya baik. Ternyata,anggapan ini kurang bijaksana,karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak. Selain mempengaruhi perkembangan jiwa anak,bermain dapat pula mempengaruhi perkembangan fisik anak. Selain itu, ternyata bermain dapat pula digunakan sebagai terapi,dan dapat mempengaruhi pengetahuan serta kreativitas anak. Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak dan mempengaruhi nilai moral anak. Bermain juga merupakan sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi,setidaknya menurut seorang dokter Belgia yang menemukan sebuah metode pengajaran yang disebut sebagai pusat minat,yakni Dr. Decroly,yang mula-mula dipraktikkan pada tahun 1907. Bahan pelajaran dikelompokkannya di sekitar salah satu pusat. Pusat itu berhubungan dengan kebutuhan hidup. Menurut Dr. Decroly,ada empat macam pusat minat yang terpenting,yakni:1). Kebutuhan akan makanan dan minuman. 2). Kebutuhan untuk melindungi diri dari pengaruh iklim seperti dingin,panas,hujan dan sebagainya. 3). Kebutuhan untuk menyelamatkan diri dari bahaya. 4). Kebutuhan untuk bekerja atau bermain bersama-sama.

Misalnya saja bermain yang dapat digunakan sebagai terapi adalah bermain boneka. Di sini,boneka dapat menjadi terapi bagi anak untuk mengeluarkan emosi anak yang terpendam,yang mungkin saja bisa terjadi akibat dimarahi oleh pembantunya. Kekesalan yang ada di dalam hati anak dapat ditumpahkan lewat permainan boneka tersebut. Dengan demikian,peristiwa yang dialaminya dapat disalurkan,tidak membekas di dalam hati anak,serta tidak menimbulkan dendam. Melalui permainan boneka pula,orang dapat melihat dan merasakan sebuah boneka sebagai bahasa verbal. Bahasa verbal ini patut diketahui oleh orangtua ataupun guru,dan tidak dapat dianggap sepele. Karena melalui permainan boneka tersebut,akan terlihat kejujuran anak melalui pola-pola komunikasi dalam keluarga,dengan teman-temannya atau dengan gurunya di sekolah.

Jika kita amati anak-anak di Sekolah Taman Kanak-Kanak,ataupun anak usia kelas satu Sekolah Dasar yang mendengarkan cerita dari gurunya yang sedang bercerita,jika cerita itu lucu,maka anak-anak akan bergembira dan tertawa,bertepuk tangan,bahkan kadang-kadang bersorak-sorak dan melompat-lompat. Dan apabila guru ataupun orangtua menceritakan tentang kegagalan seorang pahlawan pejuang seperti Pangeran Diponegoro yang sedang mengendarai kudanya dengan gagah berani misalnya,seolah-olah anak-anak ikut menunggang kuda itu dan mereka mengepalkan tangannya seakan-akan mereka menggenggam tali kekang kuda itu dan kadang-kadang menggerak-gerakkan tangan seakan-akan mereka sedang mencambuk kuda.

Terkadang,hal ini dilakukannya tanpa merasa bahwa dirinya sedang bersorak-sorak atau meloncat-loncat,ataupun mengempalkan tangannya. Dorongan untuk menyatakan perasaannya dengan menggerakkan tangan,kaki dan wajahnya,pendek kata seluruh tubuhnya menjadi dorongan untuk berekspresi sedemikian kuatnya sehingga anak tidak dapat menahan dirinya. Dan apabila ada salah satu peristiwa yang menarik perhatiannya,maka semua ini dijadikan sebagai pusat segala kegiatannya.

Dalam kaitannya dengan pembelajaran anak,masih menurut dokter asal Belgia tersebut,pada dasarnya pelajaran didasarkan pada dua hal. Pertama,penerimaan kesan. Sedangkan yang kedua adalah ekspresi. Dalam kedua hal tersebut,pendidikan yang berlandaskan pada intelektualitas ternyata telah melakukan kesalahan,karena tidak memperhatikan penerimaan kesan dan ekspresi,tetapi sangat menekankan pada hafalan dan jawaban tertentu terhadap pertanyaan tertentu yang tidak berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Ekspresi sangat dibatasi karena hanya memperhatikan pengucapan kata-kata saja. Di samping itu, ekspresi dengan kata-kata tersebut hanya mengulangi perkataan yang telah diajarkan yang diceritakan secara berulang-ulang. Dengan kata lain,anak-anak diajar meniru saja. Maka Dr. Decroly menganjurkan agar anak-anak sedapat mungkin mengamati sendiri,melakukan aktivitas sendiri,dan memiliki pendapat sendiri. Dengan demikian,anak telah melakukan suatu proses aktif dan kreatif. Dan berdasarkan Psikologi Pendidikan,proses belajar yang benar adalah proses yang bersifat kreatif dan aktif. Tetapi sayangnya dalam kegiatan belajar mengajar,anak-anak hanya disuruh menghafalkan segala sesuatu yang dianggap bermanfaat. Dan anehnya,anak yang mampu menghafalkan setumpuk hafalan dianggap sebagai anak yang pandai. Padahal,anak seperti ini tidak diajar untuk aktif dan mencari sesuatu yang baru. Pengajaran dan pendidikan dapat dikatakan berhasil jika anak-anak mampu menemukan jalan sendiri untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya. Kemampuan untuk mencari jalan sendiri itu hanya dapat tumbuh jika kepahaman anak itu diperdalam. Sebaliknya,kemampuan tersebut akan berkurang atau bahkan hilang sama sekali jika otak dan jiwa anak dihujani dengan berbagai materi yang harus dihafalkannya.

sesungguhnya,wawasan dan kreativitas anak itulah yang harus diasah,dimana kreativitas atau kemampuan mencipta dan kemampuan memecahkan persoalan ini sesungguhnya dimiliki oleh setiap orang. Dahulu,orang-orang beranggapan bahwa kreativitas ini hanya dimiliki oleh para seniman saja. Tetapi sekarang terbukti bahwa pada hakikatnya,setiap orang memiliki daya kreatif,baik seniman maupun bukan seniman. Hanya saja,para seniman memiliki kreativitas yang lebih tinggi dan memiliki perasaan yang lebih mendalam. Untuk itu,dalam mendidik dan mengajar anak,kesempatan berekspresi sangat ditekankan untuk merangsang kreativitas anak. Namun demikian,hendaknya diperhatikan bahwa dalam memberikan kesempatan kepada anak-anak dalam berekspresi bukan berarti memberi kebebasan kepada anak sebebas-bebasnya tanpa batas. Anak perlu diberi kebebasan dalam melakukan kegiatan dan dididik untuk bertanggung jawab. Sebagai orangtua,Anda berperan dalam mendidik anak bukan untuk selalu melarang,mengawasi,dan memerintah anak,melainkan untuk membimbingnya. Mereka dididik untuk menggunakan kebebasan dengan sebaik-baiknya,yakni kemerdekaan yang bertanggung jawab. Disiplin yang mereka lakukan tidak datang dari luar,tetapi tumbuh dari diri mereka sendiri. Sesungguhnya,ekspresi sangatlah penting,sebab jika seseorang tidak diberi kesempatan untuk mengungkapkan dirinya,maka apa yang dipendamnya itu dapat membahayakan dirinya.

MEMBERIKAN CITA-CITA MELALUI VIDEO ANAK-ANAK SIDEK

Posted by Unknown Saturday, September 7, 2013 0 comments
Anak-anak Sidek adalah cerita seri yang dibuat oleh Haji Sidek dari Malaysia. Asalnya cerita itu diterbitkan dalam bentuk buku komik tetapi lama-kelamaan cerita seri ini dibuat menjadi film cartoon. Anak-anak sidek ini menceritakan tentang Haji Sidek yang dikawinkan dengan istrinya oleh ayahnya dan tinggal di rumah ayahnya. Setelah ayah Haji Sidek meninggal, istrinya melahirkan 6 orang anak yang banyak diceritakan dalam film seri ini. Seperti yang kita ketahui, anak-anak Haji Sidek adalah atlet badminton yang sukses dan terkenal. Series ini menceritakan bagaimana perjuangan mereka dan cerita mereka sebelum tenar.

Dari film seri ini, kita perlu meninjau dari sisi Indonesia. Mengapa Indonesia sampai sekarang tidak mempunyai cerita untuk anak-anak yang dapat menginspirasi mereka? Dulu kita selalu nonton si unyil, si komo, susan, dan masih banyak lagi. Tetapi film seri anak-anak itu telah redup karena anak-anak yang telah nonton film yang diproduksi oleh Malaysia. Bahkan upin ipin yang cartoon creatornya merupakan orang Indonesia adalah film seri buatan Malaysia. Maka sekarang harus mulai ada tindak lanjut dari Indonesia untuk membuat film cartoon yang berkualitas untuk anak-anak agar anak-anak dapat semakin mengenal budaya Indonesia dan dapat mengambil nilai moral dan inspirasi dari film tersebut agar anak Indonesia semakin cerdas, berbudaya, dan memiliki cita-cita yang tinggi. Dengan adanya anak Indonesia semakin cerdas, berbudaya, dan memiliki cita-cita yang tinggi seperti dalam film Anak-anak Sidek, maka generasi muda yang akan meneruskan cita-cita bangsa memiliki kualitas. Kualitas itu digunakan untuk membangun Negara Indonesia ini untuk berkembang menjadi Negara yang maju dan Negara yang dapat bersaing di internasional.

MANFAAT DONGENG ANAK-ANAK

Posted by Unknown Saturday, August 24, 2013 0 comments
ceritadan dongeng anak-anak
Dongeng adalah cerita fiksi dimana tokoh, setting, latar, dan ceritanya tidak terdapat di kehidupan sehari-hari. Dongeng dapat ditulis dari imajinasi penulisnya. Dongeng ini sangat berpengaruh terhadap anak-anak karena cerita dongeng dapat bermanfaat bagi anak-anak. Apa saja manfaat dongeng anak-anak?
Saat anak-anak terbiasa untuk dibacakan dongeng setiap malam ketika akan tidur oleh orang tuanya, mereka akan akan mendekatkan diri dengan orang tuanya dan jika setiap malam anak didongengi dengan cerita yang indah, maka anak itu akan tertidur dengan mimpi yang indah. Anak yang bermimpi indah akan tidur dengan nyenyak. Tidur nyenyak akan membantu anak-anak untuk meregenerasikan sel-sel yang rusak dan mengistirahatkan otak sehingga anak akan menjadi segar dan bugar dan kesehatan akan akan terjaga.
Dongeng yang didengarkan oleh anak-anak akan membuat anak-anak tertarik dengan cerita-cerita dongeng. Hal ini dapat diatasi dengan membelikan mereka buku-buku dongeng. Dengan kebiasaan membelikan mereka buku-buku dongeng, tanpa sadari kita mengajarkan mereka tentang budaya membaca. Kebiasaan membaca akan berakibat baik bagi anak-anak dan membaca memberikan banyak manfaat kepada anak termasuk pengetahuannya yang semakin luas.
Dongeng anak-anak tradisional akan membuat anak menjadi mengetahui tentang tradisi-tradisi masyarakat Indonesia pada jaman dahulu dan dongeng fabel akan membuat anak menjadi tahu tentang binatang-binatang dan sifatnya. Dongeng legenda akan membuat anak-anak menjadi tahu asal-usul kota dan tempat-tempat legendaries lainnya yang ada di Indonesia sehingga ketika mereka mengunjungi tempat itu saat liburan, mereka sudah mengetahui legenda yang ada di tempat itu dan mereka akan meninjau dongeng tersebut dengan tempat aslinya. Secara keseluruhan, dongeng anak-anak dapat dikatakan dapat mencerdaskan anak dan menambah pengetahuan anak.

Cerpen anak Indonesia di ambang keterpurukan

Posted by Unknown Wednesday, August 21, 2013 0 comments
cerpen anak indonesia
Banyak sekali penulis Indonesia yang berbakat membuat cerita pendek (Cerpen). Walaupun jika disandingkan dengan cerita pendek luar negeri masih kalah dalam jumlah peminat. Cerita pendek Indonesia masih digandrungi dan diapresiasikan. Semakin banyak nya yang menulis novel remaja saat ini, membuat beberapa penulis cerita anak termotivasi agar lebih mengembangkan karyanya lebih banyak. Tidak mudah membuat cerpen anak Indonesia. Kenyataannya anak-anak lebih menyukai komik (buku cerita penuh gambar).
Agar menarik perhatian anak, cerpen anak Indonesia harus berwarna-warni dan mengesankan keceriaan. Untuk beberapa cerpen anak, dibuat seinteraktif mungkin dengan menyediakan media pembantu dalam bercerita. Di tahun belakangan ini cerpen anak masih belum terlalu berkembang di Indonesia. Padahal target pembeli mereka sangat banyak. Sriti Warini seorang penulis cerpen kisah anak-anak langit berpendapat sama. Untuk menulis satu cerpen itu membutuhkan usaha tenaga maupun pikiran.
Masalah lain dalam membuat cerpen anak Indonesia terletak pada posisi penerbit, para penerbit ini sengaja mengeset tingkat kualitas cerpen anak mengalahkan cerpen dari luar negeri. Hal tersebut memang sudah mematikan langkah para penulis. Oleh karena itu, perlu dimulai tindakan-rindakan pencegahan agar cerpen anak di Indonesia bisa bangkit kembali.
Langkah yang diharapkan adalah kesadaran masing-masing pihak. Pihak pemerintah sebaiknya harus merangkul para penulis cerpen anak Indonesia. Pihak orang tuapun tidak kalah pentingnya, mereka harus bisa mendidik anaknya tidak bergantung pada produk luar negeri. Dan terakhir adalah dari penulis cerpen itu sendiri. Penulis penulis ini harus bisa memutar otak agar karyanya tidak kalah dengan karya buatan orang lain. Informasi dan inspirasi harus banyak dimiiki oleh para penulis agar pada nantinya bisa membuat karya yang indah dan menarik.

Buku Psikologi Anak Untuk Perkembangan Anak

Posted by Unknown Thursday, August 15, 2013 0 comments
buku psikologi anak untuk perkembangan anak
Mendidik anak tentunya tidak boleh sembarangan. Anda harus tahu betul batasan-batasan yang mana yang harus diajarkan dan yang mana yang belum bisa di ajarkan pada usia-usia tertentu. Saat ini jaman sudah semakin berubah, dan tentu saja cara pengajaran yang baik pun juga berubah. Itulah kenapa orang tua disarankan untuk membaca buku psikologi anak agar dapat mengajarkan anak tentang hal-hal baru sesuai dengan umurnya. Buku psikologi anak juga dapat membantu anda mengetahui betul bagaimana perkembangan anak anda sejak kecil. Untuk itu, mengetahui bagaimana cara yang benar dalam mendidik anak sangatlah berguna.
Buku psikologi anak yang bagus adalah buku yang bisa memberitahu betul bagaimana cara mendidik anak tergantung dengan umur agar tidak salah didik. Jika orang tua salah mendidik anaknya, maka hal ini bisa menyebabkan anak menjadi stress, sedih, marah, dan yang lainnya sehingga bisa membuat kepribadiannya menjadi bertolak belakang dengan apa yang anda inginkan. Selain itu, salah mendidik anak juga akan berpengaruh pada orang tua. Orang tua akan ikut stress karena hal ini sehingga tidak akan terjadi hubungan yang harmonis antara orang tua dengan anak. Oleh karena itu, anak harus tumbuh di lingkungan keluarga yang bahagia karena hal ini juga akan berpengaruh terhadap psikologi mereka. Sejak awal, berikanlah pengertian tentang keluarga yang bahagia dan harmonis sehingga anak akan tumbuh dengan baik dan penuh kasih sayang. Berbeda dengan anak yang tumbuh di keluarga yang tidak harmonis sehingga mereka akan menjadi anak yang bermasalah, tidak hanya dalam lingkungan keluarga namun juga dalam lingkungan bermasyarakat. Untuk itu, membaca buku psikologi anak sangatlah penting untuk terus mengontrol perkembangan anak anda.

Dunia Belajar Anak

Posted by Unknown Sunday, July 21, 2013 0 comments
dunia belajar anak anak indonesia
Jika kita ingin gambaran tentang dunia belajar anak, maka sekali sekali tidak ada salahnya jika kita berkunjung ke taman kanak kanak atau playgroup. Silahkan cermati dan pelajari dengan seksama, apa saja yang terdapat pada tempat tersebut.
Sebagai kesimpulan, kita akan mendapatkan keceriaan, tawa, tangis, beraneka ragam ekspresi wajah, dan bahkan teriakan teriakan yang tidak menentu. Itulah dunia belajar anak, semua yang dialami oleh pesertanya (anak anak), baik itu tawa atau hal lainnya merupakan proses pembelajaran. Anak anak belajar mengenal satu sama lain dan bersosialisasi melalui permainan, anak belajar tentang ekspresi wajah yang harus dimunculkan dengan melihat ekspresi orang orang di sekitarnya, dan anak anak pun belajar untuk percaya diri dengan teriakannya saat menyanyikan lagu lagu playgroup.
Jika kita melihat sebuah kejadian yang memaksakan anak anak untuk belajar secara resmi, maka dunia belajar anak seperti itu tidak akan efektif, dan akan membuat anak merasa tertekan dengan beban yang diembannya. Karena masa kanak kanak adalah masa dimana dia belajar sambil bermain. Melalui permainan permainan yang dialaminya, dia belajar banyak hal.
Selain lembaga pembinaan seperti playgroup dan TK, keluarga merupakan salah satu dunia belajar anak yang paling dominan, karena anak anak akan lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga. Anak akan belajar tentang cara saling menghargai dari sikap saling menghargai yang ditunjukkan ayah dan ibunya. Anak pun akan belajar tentang kasih sayang dan perhatian dari sikap sayang yang ditunjukkan sang ibu. Begitu pun dari upaya ayah untuk memenuhi kebutuhan dan melindungi keluarga, anak pun belajar tentang tanggung jawab dan kerja keras.
Mari kita ciptakan dunia belajar anak yang efektif dan positif, mulai dari lingkungan keluarga kita sendiri. Demi masa depan generasi penerus kita.

KONTRAS ANAK-ANAK KOTA DAN ANAK DESA

Posted by Unknown Sunday, June 30, 2013 0 comments
Anak-anak kota memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari anak-anak yang tinggal di desa. Anak-anak desa memiliki kerukunan yang tinggi dan mereka juga memiliki tingkat kerja sama yang tinggi antara satu sama lain. Itu dikarenakan karena anak-anak desa selalu berkumpul bersama-sama dan bermain bersama-sama dan antara anak dengan anak lain dalam satu rukun tetangga mengenal satu sama lain sehingga mereka dapat saling bantu membantu dan bermain bersama. Sedangkan anak-anak kota jarang yang mengenal nama tetangganya sendiri sehingga mereka tidak terbiasa untuk bermain bersama-sama dengan anak-anak lain.

kehidupan anak-anak kota

Anak-anak di kota memiliki kebiasaan individualistic yang tinggi karena mereka terbiasa untuk belajar dan bermain sendiri dan teman mereka pun sedikit. Mereka juga jarang keluar dari rumah dan bermain bersama teman karena mereka akan sibuk mengikuti kursus dengan guru-guru les. Mereka hanya bertemu teman-teman saat mereka di sekolah sedangkan di luar sekolah mereka tidak dapat berteman dengan orang lain sehingga mereka kekurangan pergaulan.
Hal lainnya adalah anak-anak desa masih bermain di luar dan bermain di alam luar. Mereka bermain dengan cara yang masih tradisional misalnya petak umpet, bola bekel, dan lain-lain sedangkan anak-anak kota mayoritas bermain dengan iPad mereka sehingga mereka tidak pernah merasakan bermain di alam. Itu yang membuat anak-anak desa lebih sehat dari pada anak-anak kota karena bermain diluar membuat mereka berolahraga sehingga badan menjadi segar dan bugar dan mereka tidak perlu berkutat dengan alat yang beradiasi tinggi secara terus menerus untuk mainan seperti yang dilakukan anak kota sehingga mereka mempunyai mata yang sehat dan jarang anak desa yang memakai kacamata yang seperti dilakukan oleh anak kota.

MAINAN ANAK YANG TELAH BERINOVATIF

Posted by Unknown Sunday, June 23, 2013 0 comments
mainan anak-anak indonesia
Kita dahulu sering main engkle, lompat tali, kejar-kejaran, dakon, bola bekel pada masa kanak-kanak kita, sementara untuk anak-anak pada jaman sekarang kebanyakan menggunakan mainan anak dengan remote control seperti mobil remote control dan bahkan lebih banyak lagi anak-anak menggunakan alat elektronik misalnya iPad. Apa akibatnya jika anak dibiarkan menggunakan alat elektronik sebagai mainan mereka?


Akibat mainan anak elektronik

Pertama, anak akan terbiasa untuk mainan sendiri sehingga anak akan memiliki sifat individualistic yang tinggi sehingga mereka akan enggan untuk berteman dan mereka menjadi tidak suka untuk berinteraksi dengan orang lain. Sifat individualistic yang tinggi ini akan membuat anak itu tidak dapat menerima sifat oang lain dan tidak dapat bersosial dengan orang lain. Berikutnya, jika mainan anak dalam iPad dimainkan secara terus-menerus, mainan tersebut akan merusak mata anak-anak sehingga mereka harus menggunaka kacamata sebagai alat bantu mereka untuk melihat. Dan jika setelah memakai kacamata kebiasaan mainan itu dilakukan secara terus menerus maka minus atau silinder maupun pus pada mata anak akan bertambah tinggi sehingga anak jarang dapat melihat tulisan dengan jelas.
Ketiga, jika kita tetap memberikan iPad sebagai mainan anak, maka akan akan tidak mau bermain di luar bersama anak-anak yang lain dan anak-anak kita akan mempunyai sifat egois dan tidak mau kalah dari anak lain dan tidak dapat menolerir mereka. Selain itu, anak-anak yang terus bermain dengan alat elektronik akan tidak sehat karena tidak pernah menggerakkan tubuh mereka selain jari-jari mereka sedangkan jika anak-anak lebih sering bermain di luar ddengan anak-anak yang lain, mereka akan berolahraga sehingga badan mereka menjadi segar dan bugar selain itu mereka akan mendapat teman baru dan tidak merusak mata mereka.
Mainan anak yang dianjurkan adalah mainan yang tidak berhubungan dengan elektronik dan radiasi.

Karakteristik Perkembangan Kognitif

Posted by Unknown 0 comments
Perkembangan kognitif anak
Perkembangan kognitif merupakan perkembangan yang terkait dengan kemampuan berfikir seseorang. Bisa juga diartikan sebagai perkembangan intelektual. Terjadinya proses perkembangan ini dipengaruhi oleh kematangan otak yang mampu menunjukkan fungsinya secara baik. Misalnya,kemampuan untuk menolak dan menerima sesuatu. Pendapat lain menyebutkan bahwa kognisi merupakan bagian intelek yang merujuk pada penerimaan,penafsiran,pemikiran,pengingatan,penghayalan,pengambilan keputusan dan penalaran. Dengan kemampuan kognisi inilah individu mampu memberikan respons terhadap kejadian yang terjadi secara internal dan eksternal.

Tokoh yang mencentuskan teori kognitif ialah Jean Piaget. Dalam teori ini,Piaget mengungkapkan bahwa asimilasi merupakan proses ketika stimulus baru dari lingkungan diintegrasikan pada pengetahuan yang telah ada pada diri anak. Proses ini dapat diartikan sebagai suatu objek atau ide baru ditafsirkan sehubungan dengan gagasan atau teori yang diperoleh anak.

Beberapa uraian di atas memberikan suatu penjelasan dan pemahaman bahwa kemampuan kognisi seorang anak berkembanga melalui proses rangsangan yang diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya,rangsangan-rangsangan tersebut diterima dan ditafsirkan melalui daya pikirnya yang kemudian diwujudkan dengan perbuatan.

Berikut ini tahapan-tahapan perkembangan kognitif seorang anak menurut Jean Piaget.


a) Masa sensori motorik (0-2,5 tahun). Pada masa ini seorang anak (bayi) mulai menggunakan sistem pengindraan dan aktivitas motorik untuk mengenal lingkungannya,seperti refleks mencari puting susu ibu,menangis dan lain-lain.

b) Masa praoperasional (2-7 tahun). Pada masa ini seorang anak sudah memiliki kemampuan menggunakan simbol yang mewakili suatu konsep. Sebagai contoh,seorang anak yang melihat dokter sedang praktik,ia bermain dokter-dokteran.

c) Masa konkreto prarasional (7-11 tahun). Pada masa ini anak sudah dapat melakukan berbagai tugas yang konkret. Ia mulai mengembangkan tiga macam operasi berpikir,yaitu identifikasi (mengenali sesuatu),negasi (mengingkari sesuatu), dan reprokasi (mencari hubungan timbal balik antara beberapa hal).

d) Masa operasional (11-dewasa). Pada masa ini seorang anak sudah dapat berfikir yang abstrak dan hipotesis seperti menyimpulkan sesuatu hal.

Dari beberapa tahapan perkembangan seorang anak tersebut,yang termasuk dalam kategori perkembangan anak usia dini ialah masa sensori motorik dan praoperasional. Pada masa itulah seorang anak akan merespons segala yang kita berikan kepadanya,tanpa ia mengerti apakah itu hal yang baik atau buruk. Semua yang ia dengar dan lihat akan terserap dalam pikirannya karena memang ia belum memiliki filter yang menyaring segala sesuatu yang masuk pada dirinya.

Sejalan dengan itu,Beaty berasumsi bahwa anak mengembangkan kemampuan kognitifnya melalui kegiatan bermain dengan tiga cara,di antaranya (1) memanipulasi (meniru) apa yang terjadi dan dilakukan oleh orang dewasa atau objek yang ada disekitar anak; (2) masteri,yaitu menguasai suatu aktivitas dengan mengulangi suatu kegiatan yang tentunya menjadi kesenangan dan memberkan kebermaknaan pada diri anak; (3) meaning,yaitu memberikan kebermaknaan pada diri anak sehingga menumbuhkan motivasi bagi anak dalam melakukannya.

Ingatkah anda dengan Lagu Aku Anak Indonesia

Posted by Unknown Friday, June 21, 2013 0 comments
Lagu Aku anak Indonesia - Tanggal 1 juni lalu kita merayakan yang mungkin tidak semua orang menyadari. 1 Juni adalah hari dimana bangsa Indonesia mempunyai dasar negara yaitu Pancasila. Di berbagai media televisi hanya mempertontonkan hiburan yang sama sekali tidak mengingatkan dan memperingati kita kepada hal sangat penting ini bagi negara kita sendiri. Jika memang kita sudah tidak peduli, bagaimana dengan anak-anak kita sekarang? Kenyataan sangat pahit bisa dilihat dari lagu-lagu yang mereka sering nyanyikan kebanyakan adalah lagu yang bertemakan cinta. 

cinta lagu aku anak indonesia


Nasionalis dengan lagu Aku anak Indonesia

Bahkan anda bisa melihat anak yang berumur 2 tahun sudah hapal lagu tentang cinta. Apakah ini baik untuk rasa nasionalisme anak? Coba kita ingat ada satu lagu yang mudah diingat dan memiliki arti kuat bagi bangsa indonesia yaitu lagu Aku anak Indonesia karya A.T Mahmud.
Di lagu Aku anak Indonesia Tasya yang masih kecil ini menyanyikannya dengan semangat. Mungkin lagu tersebut sudah jarang lagi terdengar di kalangan anak-anak. Mereka tidak ditanamkan dari dini rasa memiliki dan berbangga hati terlahir sebagai bangsa Indonesia.
Lagu Aku anak Indonesia A.T Mahmud ini menggambarkan bahwa negara Indonesia memiliki kekuatan persatuan yang muncul dari perbedaan masing-masing suku di Indonesia. Anak-anak kita harus diajari konsep dari rasa nasionalisme seperti di lagu “Aku anak Indonesia”. Ajarkan mereka bagaimana para pahlawan dahulu yang telah berjuang mati-matian membela negara Indonesia lepas dari belenggu penjajahan. Kebanggaan diri untuk membawa nama Indonesia dan menjaga nama tetap jaya bisa tertanam kuat pada dalam diri anak. Di kemudian hari ketika anak-anak kita beranjak dewasa, mereka tetap ingat dan memegang teguh kebangsaan Indonesia .

Karakteristik Perkembangan Emosi Anak

Posted by Unknown Tuesday, June 18, 2013 0 comments
perkembangan emosi anak
Emosi adalah suatu perasaan yang dimiliki oleh seorang anak,baik itu perasaan senang maupun sedih. Emosi ini mulai berkembang semenjak ia lahir ke dunia. Meskipun ada anggapan bahwa sejak dalam kandungan seseorang sudah dapat merasakan sesuatu.

Perkembangan emosi pada diri seorang anak akan muncul manakala ia mengalami interaksi dengan lingkungan. Pada anak usia dini,ungkapan perasaan ini ditunjukkan melalui berbagai respons yang dapat dilakukannya.. Sebagai contoh,seorang anak yang meminta suatu permainan,tetapi tidak segera dipenuhi,perasaan anak akan sedih dan marah yang kemudian ditunjukkan dengan raut wajah yang memerah atau menangis dengan sekuat tenaga. Namun apabila permintaannya segera dipenuhi,ia akan merasa gembira dan ditunjukkan dengan senyuman yang manis dan wajah berseri-seri.

Perasaan senang,bergairah,bersemangat,dan rasa ingin tahu yang tinggi disebut dengan emosi positif. Sementara perasaan tidak senang,kecewa,tidak bergairah disebut dengan emosi negatif. Menurut H.Birkenfeld dan Gazali, perasaan seorang anak dapat digolongkan menjadi dua macam,yaitu perasaan yang menyangkut urusan biologis (jasmaniah) dan perasaan yang menyangkut urusan rohaniah.

Berikut ini termasuk perasaan biologis:

a) Perasaan yang berhubungan dengan pencernaan makanan,pernapasan dan peredaran darah,seperti lapar,lelah,kejang,dan sebagainya.
b) Perasaan yang berhubungan dengan insting,seperti takut,terkejut dan sedih.
c) Perasaan yang berhubungan dengan alat indra,seperti dingin,panas,nyeri,dan sebagainya.

Berikut ini termasuk perasaan ruhaniah:

a) Perasaan intelek,yaitu perasaan yang selalu menyertai kerja-kerja intelek. Contohnya jika dapat menyelesaikan soal ujian dengan baik akan gembira,jika tidak bisa mengerjakannya akan kecewa.
b) Perasaan estetis,yaitu suatu perasaan yanag dialami pada waktu menganggap sesuatu itu bagus,indah atau jelek.
c) Perasaan etis,yaitu perasaan kesusilaan. Hal ini ada sewaktu seseorang menghayati sesuatu itu baik atau buruk.
d) Perasaan religius,yaitu perasaan yang menyertai penghayatan keagamaan,ukuran atau sumber perasaan ini ialah agama. Contohnya perasaan ikhlas,tawakal,perasaan aib dan lain-lain.
e) Perasaan diri,yaitu perasaan yang menyertai tanggapan tentang dirinya sendiri. Contohnya,sombong,angkuh,cemburu,rendah diri,malu dan lain-lain.
f) Perasaan sosial,yaitu suatu perasaan yang timbul karena pendapat dan pengalaman seseorang dengan sesama manusia. Contohnya cinta,rindu,cemburu,respek dan lain-lain.

Emosi-emosi yang dimiliki oleh seorang anak tersebut di atas akan dapat berpengaruh dalam proses belajar maupun bertingkah laku dalam kesehariannya. Anak yang selalu memiliki emosi positif akan lebih mudah menerima dan menangkap materi. Sebaliknya,anak yang mempunyai emosi negatif akan sulit menerima dan menangkap materi. Dalam konteks ini,seorang pendidik atau orangtua harus dapat menciptakan bagaimana memunculkan emosi positif pada diri anak-anaknya sehingga anak dapat belajar dan berinteraksi dengan lingkungannya secara baik.

Aku anak Indonesia dan aku bangga

Posted by Unknown Wednesday, June 12, 2013 0 comments
aku anak indonesia dan aku bangga


Sudah saatnya kita harus sadar dengan nasib negara Indonesia. Semakin hari negara ini makin terpuruk dari berbagai masalah. Banyak masyarakat Indonesia yang kini sudah kurang nasionalismenya. Walaupun dera situasi seperti itu Aku anak Indonesia dan aku bangga. Pernyataan “Aku anak Indonesia dan aku bangga” di atas adalah pernyataan tulus dan sepenuh hati akan menjunjung tinggi nama baik Indonesia.

Jaman sekarang memang sudah banyak sekali ancaman datang dan merusak nasionalisme bangsa. Bagaimana mereka mungkin bisa menyahut “Aku anak Indonesia dan aku bangga”di dalam hatinya. Anak-anak sudah terpengaruh dengan produk budaya luar. Anak-anak sudah tidak ingin melirik budaya Indonesia yang masih kalah keren dengan budaya luar. Apakah ini yang diinginkan semua warga negara Indonesia? Apakah hanya ini yang dimiliki negara Indonesia?

aku bangga menjadi anak indonesia



Dengan semua yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tidaklah tidak mungkin cinta kepada Indonesia terasa kembali. Kita harus mengingat sudah berapa banyak pengorbanan yang telah dicurahkan untuk bisa memperjuangkan Indonesia. Semua kekayaan alam telah melimpah dari ujung Sabang hingga Merauke. Semua tanahnya subur dan beraneka ragam flora fauna hidup di atasnya. Semua suku yang tersebar di pedalaman hutan bisa merasa yakin pada satu kesatuan negara Indonesia. Ikatan itupun dibuktikan dengan Sumpah Pemuda. Anak-anak berprestasi di luar sana sudah berjuang mengharumkan nama Indonesia. Mereka telah membuktikan bahwa negara Indonesia tidak kalah dengan negara-negara yang sudah maju perkembangannya. Saya yakin di hati mereka pasti menjunjung tinggi “Aku anak Indonesia dan aku bangga”. Tidaklah sulit untuk menumbuhkan rasa nasionalisme pada diri sendiri. Hati tulus dan sepenuh hati menjadi bekal rasa nasionalisme terhadap negara Indonesia. Ingat selalu bahwa anda telah lahir di tanah air tercinta ini dan mari kita serukan “Aku anak Indonesia dan aku bangga”

Pembelajaran PAUD Berbasis Kasih Sayang

Posted by Unknown Sunday, June 2, 2013 0 comments
Anak adalah laksana buku yang tak pernah habis dibaca,setiap saat halamannya bisa bertambah dan berubah. Oleh karena itu,segala hal yang menyangkut pendidikan anak hendaknya dilakukan secara bertahap(gradual),terus-menerus,dan berkeseimbangan. Ungkapan-ungkapan seperti pendidikan sepanjang hayat dan pendidikan anak usia dini sesungguhnya tidak lain hanya untuk menegaskan urgensi perhatian terhadap anak itu sendiri,berupa dengan kasih sayang dalam mendidiknya.

mendidik anak dengan baik
Mendidik Anak


Rasa kasih sayang adalah kebutuhan jiwa yang paling pokok dalam hidup manusia. Anak kecil yang merasa kurang disayangi oleh ibu bapaknya akan menderita batinnya. Kesehatan badannya mungkin terganggu,kecerdasannya mungkin akan berkurang,perlakuannya juga mungkin akan menyimpang,keras kepala dan sebagainya. Tidak ada satu orang pun yang merasa gembira apabila ia merasa dibenci orang. Setiap orang ingin merasa disayangi oleh orangtua,keluarga,serta lingkungan yang ada di sekelilingnya.

Kasih sayang merupakan komponen dasar yang utama dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter atau akhlak anak. Orangtua yang selalu mendidik anaknya dengan rasa cinta dan kasih sayang akan membuat suasana belajar dalam rumah tangga menjadi sangat menyenangkan bagi anak. Anak tidak pernah bosan untuk menyerap setiap pelajaran yang diberikan. Sebab,tidak ada cara yang lebih baik untuk menawan hati anak dan memenangkan kepercayaannya selain dari mengembangkan rasa cinta dan kasih sayang oleh orangtuanya.

Dengan cinta dan kasih sayang,suasana rumah akan menjadi tempat yang sangat menyenangkan bagi anak dan seluruh penghuninya. Dengan demikian,rumah menjadi tempat tinggal dan berkumpulnya seluruh kegembiraan,kedamaian dan kesopanan. Rumah yang dipenuhi dengan sinar cinta dan kasih sayang akan menjadi tempat kejujuran,segala sifat kebaikan dan kebahagiaan tinggal.

Pentingnya kasih sayang orangtua kepada anak diperlukan usaha yang maksimal dari kedua orangtua dalam memberikan ungkapan sayang tersebut kepada anak. Dengan demikian,peran orangtu sangat diperlukan dalam mendidik anak di waktu kecil. Tidak hanya dalam keluarga,mendidik anak dengan kasih sayang juga diterapkan di sekolah sehingga sejak dini anak sudah dikenalkan perasaan saling menyayangi terhadap guru,teman,binatang,tumbuhan dan lain sebagainya. Dengan anak menyayangi semua yang ada disekelilingnya,secara langsung akan membuat anak merasa nyaman dan tenteram. Kebahagiaan akan terpancar pada anak di setiap hari sehingga anak akan lebih mudah menerima ilmu yang diajarkan oleh para guru disekolah.

Mendidik anak dengan kasih sayang selain diajarkan secara langsung dari keluarga,juga dilaksanakan di sekolah. Mendidik penuh kasih sayang menjadi usaha tersendiri bagi seorang pendidik. Selain mengajarkan anak memiliki kasih sayang terhadap orangtua,guru,teman,tumbuhan,hewan serta yang ada di sekelilingnya,ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses mendidik dengan kasih sayang ini,mulai dari proses pembelajaran,penyetingan kelas,metode yang digunakan guru,dan strategi-strategi yang jitu dalam mengemas anak menjadi jiwa yang penuh kasih sayang sejak usia dini.

Mendidik anak berbasis kasih sayang berawal dari cerminan pada sebuah keluarga. Dalam Al-Quran telah diperintahkan agar suami istri membina rumah tangga yang sakinah,mawaddah,warahmah,yaitu keluarga yang aman damai penuh ketenangan dan ketentraman serta hidup dalam suasana kasih sayang yang dilandasi iman dan amal saleh. Kondisi keluarga yang demikian akan terhindar dari rasa cemas dan keguncangan jiwa sehingga akan tumbuh menjadi keluarga yang bahagia.

Dengan keluarga yang bahagia,akan siap dalam mendidik anak dengan cinta dan kasih sayangnya serta mengarahkan dan membimbingnya dengan baik. Sebelum membahas peran keluarga dalam mendidik anak,terlebih dahulu akan dibahas mengenai hakikat kasih sayang itu sendiri.

Cara mendidik anak yang baik

Posted by Unknown Tuesday, May 28, 2013 0 comments
Anak yang baik tentu tergantung dari bagaimana cara kedua orang tuanya mendidik. Apabila orang tuanya mampu memberikan didikan yang baik bagi sang anak, anak pun dapat bersikap baik dan sopan di depan orang lain. Lain halnya apabila orang tua bersikap cuek terhadap anak, maka jangan heran bila anak anda nakal.

kesalahan cara mendidik anak


Cara mendidik anak yang baik dapat dengan memberikan teladan yang baik tentunya, berikan pengertian, dan dorong terus agar anak berani mencoba sesuatu yang menantang adrenalinnya. Seorang anak butuh perhatian dan pengertian yang baik dari kedua orang tuanya, jangan sampai bila anak mengalami broken home atau kekurangan perhatian saat dia sudah remaja nanti, karena bisa merusak dirinya sendiri dan anda pun sebagai orang tua akan merasa menyesal.

Anak memiliki berbagai tipe sifat, ada yang pendiam dan ada pula yang hiperaktif. Banyak yang kesulitan mendidik atau menghadapi anak yang hiperaktif. Cara untuk mendidik anak yang hiperaktif adalah dengan menambahkan kegiatan anak, mengajarkan anak untuk duduk diam selama makan, buat anak anda merasa gembira setiap mereka menginginkan sesuatu, dan berhati-hati dalam memasukkan anak ke sekolah.

Saya akan memberitahu cara mendidik anak yang salah, yaitu :

  1. Kurangnya pengawasan orang tua pada anak yang akan membuat si anak merasa bebas melakukan sesuatu yang menurutnya menyenangkan,
  2. Bersikap cuek dengan tidak pernah mendengarkan cerita dari apa yang di alami si anak,
  3. Jarang bertemu muka antara anak dan orang tua juga akan membuat anak dan orang tua akan saling cuek dan acuh,
  4. Terlalu berlebihan memperlakukan anak karena anak pun butuh waktu sendiri untuk mengembangkan kreatifitasnya,
  5. Bertengkar di depan hadapan anak jelas tidak baik karena akan membuat anak merasa tertekan dan sedih bahkan bisa berdampak untuk anak ke depannya,
  6. Segala sesuatu di nilai dari segi materi, padahal anak lebih membutuhkan kasih sayang yang tulus daripada sebuah materi.

Itulah cara mendidik anak kita, didiklah anak kita agar mereka pun dapat baik untuk dewasa kelak.

TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA

Posted by Unknown Wednesday, May 22, 2013 0 comments
Anak, tentu sangat berarti bagi kehidupan semua umat manusia. Hampir semua, bahkan memang semua orang ingin mempunyai buah hati. Namun lain halnya dengan yang tidak terlalu suka anak kecil, mereka akan merasa ‘risih’ atau terganggu dengan adanya anak kecil. Maka dari itu bagi yang tidak suka anak kecil, mulai dari sekarang sukailah anak-anak karena kalian pun akan memiliki mereka.

tumbuh kembang anak balita
Banyak orang yang beranggapan bahwa anak kecil dari usia 1 hingga 3 tahun sedang masa “nakal-nakalnya”, namun tidak semua karena tergantung dari didikan atau ajaran orang tua terhadap anak tersebut.

Tumbuh kembang anak balita perlu anda ketahui, dalam masa usia 1 hingga 3 tahun adalah fase dimana anak anda akan menunjukan tingkah laku atau melakukan berbagai macam hal yang menarik seperti mengikuti bernyanyi, menari/berjoget, mengikuti gaya bicara orang, dan masih banyak lagi. Dan saat fase ini pula sang anak lagi dalam masa menggemaskan karena tingkah lakunya.

Memperhatikan tumbuh kembang anak balita anda memang sangat penting, agar anda tidak salah memilih bertindak hingga dia sekolah nantinya. Manfaatnya agar anak anda tidak menjadi anak yang bebas, karena jika anak anda merasa bebas atau anda membebaskan segala tindakannya akan membahayakan untuk ke depannya bagi si anak.

Manfaat lain dari memantau tumbuh kembang anak balita anda adalah agar mereka bisa tumbuh dengan perilaku yang baik dan sopan. Misal, tidak membuang atau "melepehkan" makanan atau merobek kertas atau hal lain yang membuat orang sedikit kesal. Emosional sebagai orang tua pun harus bisa terkendali agar tidak terpengaruh pada anak anda. Biasakan anak dan orang tua selalu bersama agar dapat meciptakan sebuah ikatan batin antara anak dan kedua orang tuanya.

Masa-masa Anak usia Dini

Posted by Unknown Tuesday, April 30, 2013 0 comments

pendidikan anak usia diniSebelum mengenal masa-masa The golden age,terlebih dahulu mari kita pahami siapa itu anak usia dini ? Hal ini sangat penting untuk dimengerti,agar kedepannya  tidak terjadi kesalahan persepsi dan pembahasan sehingga tetap fokus pada jalur pendidikan anak usia dini.
Dalam pasal 28 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20/2003 ayat 1, disebutkan bahwa yang termasuk anak usia dini adalah anak yang masuk dalam rentang usia 0-6tahun. Menurut kajian rumpun ilmu PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara PAUD dilaksanakan sejak 0-8 tahun.

Kelompok anak usia dini


Bredekamp membagi anak usia dini menjadi tiga kelompok,yaitu kelompok bayi hingga 2 tahun, kelompk 3 hingga 5 tahun, dan kelompok 6 hingga 8tahun. Berdasarkan keunikan dan perkembangannya,anak usia dini terbagi menjadi tiga tahapan,yaitu masa bayi lahir sampai 12 bulan,masa batita (toddler) usia 1-3tahun,masa prasekolah usia 3-6tahun,dan masa kelas awal 6-8tahun.

Pendapat lain menyebutkan bahwa anak usia dini ialah kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik, dalam arti memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan (koordinasi motorik halus dan kasar,inteligensi (daya pikir,daya cipta,kecerdasan emosi,dan kecerdasan spiritual), sosial emosional (sikap dan perilaku serta agama), bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan demikian, dapat dipahami anak usia dini ialah anak yang berkisar antara usia 0-6/0-8 tahun yang memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa sehingga memunculkan berbagai keunikan pada dirinya.

The golden age adalah masa-masa keemasan seorang anak,yaitu masa ketika anak mempunyai banyak potensi yang sangat baik untuk dikembangkan. Pada tahap inilah,waktu yang sangat tepat untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan-karakter-yang nantinya diharapkan akan dapat membentuk kepribadiannya.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa pada usia dini,90% dari fisik otak anak sudah terbentuk. Menurut Gardner (1998) sebagaimana dikutip Mulyasa,menyebutkan bahwa anak usia dini memegang peranan yang sangat penting karena perkembangan otak manusia mengalami lompatan dan berkembang sangat pesat,yaitu mencapai 80%. Ketika dilahirkan ke dunia,anak manusia telah mencapai perkembangan otak 25%, sampai usia 4tahun perkembangannya mencapai 50%, dan sampai 8tahun mencapai 80%,selebihnya berkembang sampai usia 18 tahun.

Sejalan dengan itu,Laura menyebutkan dalam bukunya Development Through The Lifespan sebagai berikut.

Beetween ages 2 and 6,the barin increases from 70 percent of its adult weight to 90 percent. By age 4, many parts of the cerebral cortex have overproduced synapses.

Maksudnya,antara usia 2 dan 6 tahun,otak meningkat 70 persen dari berat dewasa sampai 90 persen. Pada usia 4 tahun,banyak bagian dari korteks serebral telah dioverproduksi sinapsis. Hal ini menunjukan bahwa pada masa usia dini (0-6/8 tahun) merupakan masa yang tepat untuk dilakukan pendidikan, guna merangsang kecerdasan anak supaya dapat berkembang dengan optimal.

Atas dasar inilah,penting kiranya dilakukan pendidikan anak usia dini, dalam memaksimalkan kemampuan dan potensi anak. Jangan sampai kita sebagai orangtua atau pendidik mematikan segenap potensi dan kreativitas anak karena ketidaktahuan kita. Manfaatkan masa golden age ini sebagai masa pembinaan,pengarahan,pembimbingan,dan pembentukan karakter anak usia dini. Dengan dilakukan pendidikan karakter sejak dini,harapannya ke depan anak akan dapat menjadi manusia yang berkepribadian baik sehingga bermanfaat bagi dirinya sendiri,masyarakat,maupun bangsa dan negara

Makna pendidikan karakter bagi anak usia dini

Posted by Unknown Saturday, April 27, 2013 0 comments
Dalam Undang-undang Sisdiknas telah disebutkan bahwasannya pendidikan merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki spiritual keagamaan, kecerdasan pikiran, dan hal positif lainnya.Mengacu pada definisi ini menunjukkan bahwa pendidikan sangat-sangat penting dan berguna bagi kemajuan dan perkembangan peserta didik tanpa terkecuali termasuk didalamnya adalah pendidikan karakter.
pendidikan karakter anak usia dini
Pendidikan karakter anak usia dini dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan supaya dapat menjadi kebiasaan ketika dewasa kelak.Menurut pakar psikolog, anak usia dini merupakan masa yang tepat untuk melakukan pendidikan. Karena pada masa ini anak sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sungguh luar biasa.
Anak belum pernah memiliki pengaruh negatif yang banyak dari luar atau lingkungannya sendiri sehingga orang tua atau pendidik akan lebih mudah untuk membimbing atau mengarahkan agar karakter anak bisa terbentuk sesuai didikan atau yang kita ajarkan.
Mulyasa berpendapat bahwa pendidikan karakter bagi anak usia dini mempunyai makna yang lebih tinggi dari pada pendidikan moral karena pendidikan karakter tidak hanya berkaitan dengan benar atau salah, tetapi bagaimana menanamkan kebiasaan tentang berbagai perilaku yang baik dalam kehidupan sehingga anak memiliki kesadaran dan komitmen untuk menerapkan kebaikan dalam kehidupan sehari-harinya. (Mulyasa,Manajemen PAUD-Bandung:Remaja Rosdakarya,2012.Hal:67)
Inilah point penting dalam dalam pembentukan karakter anak pada usia dini.Seorang anak yang sejak kecil dikenalkan dan ditanamkan pendidikan karakter,ketika besar karakter-karakter yang diperolehnya nanti akan menjadi kebiasaan bagi dirinya.

Untuk itulah peran aktif orang tua harus dominan dalam menggalakkan pendidikan karakter ketika anak masih dalam usia dini.

(Oleh : Muhamad Fadlillah dan  Lilif Mualifatu Khorida)